Senyumku untuk Dunia...

Ketika pertama kali blog ini dibuat, aku bingung juga tema apa yang pengen di usung. Pikir punya pikir, kenapa nggak cerita tentang dunia aja ya?

Koq tentang dunia? Nah, mungkin ini jadi menarik karena kebetulan aku rada2 suka melihat - lihat dunia orang lain, jalan2, suka ama budaya & kesenian baik itu dari Indonesia maupun mancanegara. Dari pengalaman "ngungsi" dari satu tempat ke tempat lainnya itulah yang menjadi dasar pertimbangan kenapa aku memilih "dunia" sebagai tema blog ini.

Banyak cerita menarik yang bisa dibagi. Ada yang aneh, unik, lucu, mendebarkan bahkan menyedihkan. Kita bisa menimba ilmu dari berbagai kejadian yang dialami. So... semoga blog ini bisa lebih memberi warna & makna. Teriring salam hangat dan senyumku untuk dunia...

Rabu, 25 Juni 2008

Kuliah di Sydney karena Kopinya...

Pertama kali menginjakkan kaki di benua Kanguru, waktu itu saya masih berusia 10 tahun. Kesan seorang anak kecil waktu itu mungkin tidaklah terlalu penting, tapi entah kenapa saya merasa negeri ini (baca : Australia) bukanlah sebuah tempat yang asing. Beberapa tahun kemuadian saya berkesempatan untuk melanjutkan sekolah di Sydney dan rasa itupun semakin lekat.

Ceritanya sih lumayan aneh. Ketika itu sebenarnya saya pengen kuliah di Perth, Western Australia, tempat dimana seorang omm saya tinggal dan mengajar di salah satu universitas terkenal di sana. Saat waktu luang tiba, saya memutuskan untuk berkunjung ke teman yang tinggal di Sydney, New South Wales. Tiba di Sydney, bukannya berkeliling kota & menikmati suasana yang ada, saya malahan terpaksa ngurusin teman yang sakit dan dirujuk ke Queen Victoria Memorial Hospital. Selidik punya selidik, ternyata tuh teman kecanduan narkoba. Orang tuanya datang dan memutuskan agar si teman dibawa ke Singapore aja untuk rehabilitasi karena jaraknya dianggap tidak jauh dari Indonesia.

Saat mau balik ke Perth, ayah si teman minta tolong lagi agar saya bisa mengurus administrasi dan tetek bengeknya di kampus. Datanglah saya ke kampus teman yang berjudul The University of New South Wales atau lebih terkenal dengan sebutan UNSW di daerah Kensington.
Pertama sih urusannya berjalan mulus, namun tiba – tiba saya melihat seorang cewek cakep berwajah Melayu yang melintas di depan koridor perpustakaan. Karena penasaran, saya ikuti langkah – langkah kaki indahnya yang ternyata menuju bangku taman yang ada di sekitar kampus. Mulailah fikiran kreatif saya berjalan untk menyusun strategi agar bisa berkenalan dengan tuh cewek. Nah… kenapa konsep usang tidak dipakai lagi untuk mendekatinya….

Dengan langkah mantap cewek itu saya dekati, berhenti di hadapannya seraya berdehem agar bisa mendapatkan perhatiannya, ehm… hm…
“Excuse me, I’m not from here anyway. Would you like to show me where’s the UV office, please?”, saya membuka percakapan.
Tuh cewek menatap saya sambil tersenyum dan berkata, “Boss, gak usah basa basi deh, gue tau elu dari Indonesia kan? Trik kayak gitu udah jadul banget. Gue tadi liat elu barusan keluar dari UV office, jadi gak usah pura – pura kesasar gitu deh, hehehe…”.
Duh, malunya saya…. Ternyata tuh cewek udah ngeliat saya di kantor rektorat tadi. Singkat cerita, akhirnya kita berkenalan. Dia meluangkan waktu untuk menemani saya berkeliling Sydney, melihat kampus – kampus yang ada disana dan ujung – ujungnya, mempromosikan Sydney sebagai tempat yang asyik buat kuliah. Sampai kini cewek yang bernama Ocha itu tetap menjadi salah satu sahabat terbaik saya.

Ketika saya mengikuti saran Ocha untuk kuliah di Sydney, Omm di Perth dan orang tua di Jakarta cuman bisa bengong waktu saya kemukakan alasannya.
“Be, kayaknya aye mo sekolah si Sydney aja deh, gak jadi di Perth, soalnya di Sydney aye ketemu ama kedai yang enak banget kopi’nye…”.

Tidak ada komentar: